Minggu, 20 Maret 2011

APA ITU DARAH MANIS???

Apa yang kamu tau tentang darah manis?? Nah..sekarang aku akan bahas sedikiiiiiittt aja tentang darah manis.

Sebelumnya,,kalian-kalian pada jangan salah paham. yang dimaksud darah manis disini itu bukan darah yang rasannya MANIS..
ajaib banget kalo ada orang yang punya darah rasanya manis...hehehe..bisa jadi dirubungin semut mulu..hahahaha

Oke,,sekarang serius nih sekarang...

Mengenai darah manis yang aku maksud, biasanya disebut dalam dunia kedokteran dengan prurigo. Penyakit ini merupakan kelainan kulit yang memiliki reaksi yang berlebihan akibat gigitan serangga. Kelainan kulit yang mengganggu biasanya bukan karena yang aku sebutkan diatas tadi, tetapi karena garukan yang dilakukan kemudian. Garukan tersebut dapat menghasilkan kulit berwarna merah dan pada akhirnya menghitam.

Jika ingin cepat hilang, maka saat merah anda dapat meminta suntikan steroid pada dokter kulit. Namun jika sudah terlalu lama (terlihat semakin menghitam) maka pengobatan yang dapat dipilih adalah salep yang mengandung steroid.

Biasanya masalah yang mengganggu adalah timbulnya flek hitam. Untuk mengatasi masalah yang timbul akibat garukan yang mengaktifasi pigmen kulit tersebut dapat dicoba penggunaan pemutih yang dijual diapotik. tentunya sebaiknya digunakan yang tidak mengandung merkuri. Efek akan terlihat pada minggu ke3/4

Menurut Dr. Sutirto Basukit, Sp.KK dokter spesialis kulit dari rumah sakit Tarakan Jakarta, anak yang disebut-sebut memiliki kulit atau darah yang manis adalah anak yang mempunyai kulit hipersensitif. Anak-anak ini biasanya sangat sensitif terhadap gangguan kulit apapun. Tak heran bila sekedar gigitan nyamuk atau serangga dapat menimbulkan peradangan kulit yang dalam dan meninggalkan bekas. Jika pada anak-anak normal bekas gigitan nyamuk itu bisa hilang dalam satu hari atau kurang, pada anak berkulit hipersensitif memerlukan waktu 3-6 hari untuk sembuh. Bahkan butuh waktu lebih lama lagi untuk menghilangkan bekasnya.
Kelainan ini menurut dokter yang juga menjabat sebagai Wakil Direktur Pelayanan RS Tarakan itu lebih sering terjadi pada anak yang memiliki bakat alergi atau asma. Alergi adalah kumpulan gejala akibat reaksi kekebalan tubuh (respon imun) berlebihan yang diakibatkan oleh beberapa penyebab atau alergen. Beberapa anak mengalami hipersensitif pada kulit akibat respon imun yang kebablasan.
Akibat adanya reaksi alergi, maka tubuh pun segera bereaksi. Tubuh akan melawan dengan menghasilkan lebih banyak zat antibodi jenis protein imunoglobulin E (IgE). Jenis protein inilah yang salah satunya terdapat pada kulit. Saat IgE bekerja, jaringan kulit juga turut aktif mengeluarkan zat-zat seperti histamine, Cytokines, dan leukotrines. Zat-zat inilah yang memberi respon alergi seperti gatal-gatal dan terjadi hipersensitif kulit yang menyebabkan gatal menjadi mudah meradang dan berbekas.
Kondisi ini pada umumnya merupakan gangguan yang bersifat genetik atau turunan. Jika salah satu orang tua atau salah satu keluarga si anak mengalami hipersensitif kulit, alergi, atau kecenderungan asma, maka kemungkinan anak mengalami hipersensitif kulit bisa mencapai 25-30%. Akan meningkat menjadi 60-70% jika kedua orangtuanya mempunyai bakat alergi.

nah....itu dia yang saya maksud tentang darah manis..alias prupigo..
dah pada ngerti kan.....
kalo gitu, ampe disini dulu deh.. bahasan tentang darah manis..

bye..bye..
:)

Jumat, 18 Maret 2011

Alasan Rambut Rusak

Tanpa disadari, ada banyak kebiasaan sehari-hari yang memiliki efek buruk pada kesehatan rambut. Agar kerusakan rambut tak bertambah parah, cobalah menghindari kebiasaan berikut ini:

1. Menyisir rambut basah
Seperti dikutip dari CareFair.com, rambut yang basah kekuatannya menjadi berkurang. Menyisir rambut dengan sisir sikat setelah keramas akan justru membuat rambut patah atau rontok. Sebaiknya gunakan sisir jari untuk merapikan rambut basah Anda. Setelah kering, baru rapikan dengan sisir sikat.

2. Mengeringkan rambut dengan handuk terlalu kencang
Saat mengeringkan rambut dengan handuk, jangan menggosok terlalu kencang. Alasannya hampir sama dengan menyisir rambut di waktu basah: menggosok rambut terlalu kencang hanya akan membuat patah dan mudah bercabang.

3. Mengikat rambut terlalu kencang
Rambut yang diikat terlalu kencang akan menjadi rapuh. Nutrisi rambut tak akan menyebar dengan sempurna jika selalu diikat terlalu kencang. Ikatlah rambut dengan lembut dan kencangkan ikatan secukupnya. Hal ini juga dapat menghindarkan rambut dari kerontokan — akibat tertarik sewaktu proses pengikatan.

4. Tidur dengan rambut terikat
Sel-sel pertumbuhan rambut lebih aktif saat kita tidur. Karenanya, tertidur dalam keadaan rambut terikat membuat sel-sel rambut tidak bisa aktif seluruhnya sehingga keindahan rambut pun menjadi berkurang. Tidur dengan rambut terikat juga bisa membuat rambut kusut di saat bangun. Akibatnya, rambut akan sulit ditata.

5. Suhu pengering rambut terlalu tinggi
Mengeringkan rambut dengan suhu yang terlalu tinggi akan membuatnya kering dan rapuh. Sesekali, mengeringkan rambut demi menatanya memang tidak masalah. Tapi sebaiknya jangan dilakukan setiap hari. Lebih baik angin-anginkan rambut hingga kering. Beberapa produk pengering rambut juga menyediakan fitur yang memungkinkan Anda mengatur suhu sesuai keinginan. Pasanglah pada suhu yang paling rendah untuk menjaga kesehatan rambut.